Seruan disampaikan Kementerian Luar Negeri RI setelah muncul kabar WNI tewas di Ukraina setelah direkrut menjadi tentara Rusia.
Tentara Rusia berbaris dalam upacara peresmian monumen untuk mengenang prajurit Rusia yang tewas dalam konflik Rusia-Ukraina, di Yevpatoria, Krimea, pada 22 Februari 2024. (FOTO: Alexey Pavlishak/Reuters)
JAKARTA: Pemerintah Indonesia mendesak Rusia agar berhenti merekrut warga negara Indonesia (WNI) menjadi personel militer, menyusul kabar tewasnya WNI dalam perang di Ukraina.
Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang seperti diberitakan Antara, Minggu (1/11), permintaan resmi tersebut telah disampaikan Pemerintah Indonesia kepada Rusia melalui jalur diplomatik.
“Pemerintah RI meminta Pemerintah Rusia agar mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan WNI tidak direkrut ke dalam militer maupun formasi lainnya terkait militer di Rusia melalui jalur apapun,” kata Yvonne.
Indonesia juga mewaspadai kemungkinan adanya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam proses perekrutan tersebut, kata Yvonne.
Permintaan ini diharapkan segera ditindaklanjuti dengan memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang warganya dikecualikan dari perekrutan militer Rusia.
Pernyataan ini muncul setelah seorang WNI bernama Taufiq Muhammad dilaporkan tewas pekan lalu usai direkrut menjadi tentara bayaran Rusia.
Menurut intelijen militer Ukraina (DIU), pria asal Surabaya berusia 48 tahun itu diduga berangkat ke Moskow pada April lalu karena tergiur tawaran pekerjaan bergaji tinggi, tanpa mengetahui bahwa ia akan dikirim berperang ke Ukraina.
Menurut DIU, Taufiq tewas dalam pertempuran pertamanya saat pasukan Rusia berupaya bergerak maju dari Zelena Dolyna menuju Novoselivka dan Drobysheve.
Terkait laporan tewasnya WNI yang bergabung dengan militer Rusia di Ukraina, Yvonne mengatakan, KBRI Moskow masih memverifikasi informasi tersebut.
“KBRI Moskow tengah melakukan pendalaman dan verifikasi, termasuk terkait identitas dan status yang bersangkutan,” katanya.
Menurut Yvonne, proses verifikasi dilakukan dengan tetap menjaga kerahasiaan data pribadi. Ia mengimbau masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasilnya dipastikan.
Pada Agustus 2026, intel Ukraina juga mengungkap sedikitnya delapan WNI telah direkrut militer Rusia. Perekrutan diduga dilakukan melalui iming-iming gaji tinggi, pekerjaan non-tempur, hingga kewarganegaraan Rusia. Namun, mereka berisiko dikirim ke medan perang meski minim pengalaman atau pelatihan militer.
Selain Taufiq, Rendi Apriyanto, 30, asal Natuna, Kepulauan Riau, juga dilaporkan tewas setelah bergabung dengan pasukan Rusia pada September 2026. Sebelum berangkat, Rendi disebut memberi tahu keluarganya bahwa ia direkrut untuk bekerja di bidang logistik. Keluarganya kemudian mendapat kabar kematiannya dari sesama WNI yang ikut berperang untuk Rusia.
Dua WNI lain yang diketahui atau diduga bergabung dengan militer Rusia adalah Muhammad Rio, mantan anggota Brimob Polda Aceh, dan Satria Kumbara, mantan personel TNI AL. Rio diduga bergabung tanpa melapor kepada perwakilan Indonesia, sementara Satria diketahui menjadi tentara bayaran Rusia.
Yvonne mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri. Ia mengimbau calon pekerja untuk memastikan keabsahan tawaran melalui instansi berwenang, tidak tergiur imbalan yang terlalu tinggi, dan memahami isi kontrak sebelum menandatanganinya.
Ikuti saluran untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.
We know it's a hassle to switch browsers but we want your experience with CNA to be fast, secure and the best it can possibly be.
To continue, upgrade to a supported browser or, for the finest experience, download the mobile app.