Kumia News
<- Kembali ke Daftar
Kabut asap selimuti sebagian Singapura, kualitas udara masuk kategori tidak sehat

Tingkat PSI 24 jam di wilayah tengah Singapura masuk kategori tidak sehat pada Jumat (4/9) pukul 07.00 pagi.

Pemandangan kabut asap dari Skyville @ Dawson, Singapura, pada sore hari 25 Agustus 2026. (FOTO: CNA/Syamil Sapari)

SINGAPURA: Kualitas udara di wilayah tengah Singapura mencapai tingkat tidak sehat pada Jumat (4/9), dengan Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam melampaui 100, menurut data yang dirilis oleh Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA).

Pada pukul 07.00 pagi, PSI 24 jam di wilayah tengah tercatat 101, masuk kategori tidak sehat yang berada pada rentang 101 hingga 200. Angka itu naik tipis menjadi 105 pada pukul 10.00.

Angka di wilayah lain di negara-kota tersebut tetap berada dalam kategori sedang. Pada pukul 10.00, PSI 24 jam tercatat 90 di wilayah barat, 89 di timur, 78 di utara, dan 75 di selatan.

NEA menyatakan akan menerbitkan imbauan harian terkait kabut asap, termasuk prakiraan PSI 24 jam, setelah PSI 24 jam Singapura masuk kategori tidak sehat, yakni ketika angkanya di atas 100. Prakiraan tersebut dapat membantu masyarakat merencanakan kegiatan dan acara selama 24 jam ke depan.

PSI 24 jam dikembangkan sebagai indikator kualitas udara harian Singapura dan menjadi acuan bagi imbauan kesehatan harian NEA. Indeks ini dihitung berdasarkan enam polutan udara, yakni PM2.5, PM10, ozon, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida.

Sementara itu, angka PM2.5 satu jam merupakan rata-rata kadar polutan PM2.5 dalam satu jam. PM2.5 adalah partikel halus berdiameter 2,5 mikrometer atau kurang dan merupakan polutan dominan saat terjadi kabut asap yang membahayakan kesehatan.

Jika PSI 24 jam merupakan rata-rata selama 24 jam terakhir, angka PM2.5 satu jam mencerminkan kualitas udara pada satu titik waktu.

Dalam pembaruan terkini mengenai situasi cuaca dan kabut asap, NEA menyebutkan di situsnya bahwa banyak stasiun pemantau kualitas udara di Kalimantan, Sumatra bagian tengah dan selatan, serta Sabah dan Sarawak mencatat tingkat kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya.

NEA menambahkan bahwa titik panas yang tersebar terdeteksi di Kalimantan serta Sumatra bagian selatan dan tengah. Sejumlah titik panas juga terdeteksi di wilayah lain di ASEAN bagian selatan, di tengah kondisi kering yang masih berlangsung di banyak daerah.

Sementara itu, kabut asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga pekat terpantau di wilayah utara pulau Kalimantan dan wilayah barat daya Filipina. Kepulan asap dengan intensitas sedang hingga pekat juga terlihat di banyak wilayah Kalimantan, Sumatra bagian tengah dan selatan, serta Sarawak bagian tengah.

“Dalam beberapa hari ke depan, kondisi kering diprakirakan terjadi di banyak wilayah ASEAN bagian selatan, kecuali wilayah utara Semenanjung Malaysia dan Sumatra, serta wilayah tengah Borneo, yang diperkirakan akan diguyur hujan,” kata NEA.

NEA menambahkan, situasi titik panas dan kabut asap diperkirakan tetap tinggi di wilayah rawan kebakaran yang mengalami kondisi kering berkepanjangan. Dengan demikian, risiko terjadinya kabut asap lintas batas yang parah masih akan berlanjut.

Pada awal Agustus, ASEAN Specialised Meteorological Centre menaikkan status peringatan untuk kawasan ASEAN bagian selatan ke Level 2. Ini merupakan level tertinggi kedua, yang menandakan meningkatnya risiko kabut asap lintas batas.

Status tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas titik panas, dengan kabut asap berintensitas sedang hingga pekat terpantau selama dua hari berturut-turut atau lebih.

Sebanyak 28 lembaga publik yang tergabung dalam satgas lintas lembaga pemerintah Singapura siap menjalankan rencana aksi masing-masing jika kualitas udara memburuk hingga kategori tidak sehat.

Dipimpin NEA, satuan tugas tersebut menyusun dan menjalankan rencana untuk meminimalkan dan menangani dampak kabut asap di Singapura. Lembaga-lembaga yang tergabung di dalamnya dapat mengambil langkah penanganan secara bertahap berdasarkan angka dan prakiraan kualitas udara.

Satuan tugas tersebut bersidang setiap tahun sebelum musim kemarau dimulai pada Juni untuk memperbarui rencana penanganannya. Sepanjang tahun ini, mereka telah bertemu dua kali, yakni pada akhir Januari menyusul kebakaran lahan gambut dan vegetasi di Johor timur, serta pada April.

Masyarakat Singapura dapat memperoleh informasi terbaru, termasuk angka kualitas udara terkini dan imbauan kesehatan, melalui situs NEA, situs khusus kabut asap, aplikasi myENV, serta kanal media sosial lembaga tersebut.

Ikuti saluran untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

We know it's a hassle to switch browsers but we want your experience with CNA to be fast, secure and the best it can possibly be.

To continue, upgrade to a supported browser or, for the finest experience, download the mobile app.

<- Kembali ke Daftar
Powered by Multi-Source RSS © 2026 Kumia News