Kumia News
<- Kembali ke Daftar
Canva restrukturisasi bisnis, 22 persen karyawan terdampak

Pengunjung melihat karya-karya seni saat pameran luar ruangan di pesisir laut di Sydney, Australia pada Sabtu (17/10/2026). Pameran yang bertema Sculpture by the Sea menampilkan berbagai patung karya seniman dari Australia maupun mancanegara tersebut digelar di sepanjang jalur pejalan kaki pesisir dari Bondi hingga Tamarama di Sydney dan akan berlangsung hingga 2 November 2026. (ANTARA/Xinhua/Gong Bing). Sydney (ANTARA) - Perusahaan desain digital asal Australia, Canva, menyatakan pada Rabu (4/11) bahwa lebih dari 1.200 karyawan terkena imbas dari restrukturisasi besar akibat melambatnya pertumbuhan perusahaan.

CEO sekaligus salah satu pendiri Canva, Melanie Perkins, mengatakan dalam sebuah memo kepada karyawan bahwa sebanyak 1.271 orang, atau 22 persen dari total tenaga kerja raksasa teknologi tersebut, akan terdampak oleh restrukturisasi.

"Bagi sebagian orang, ini berarti perubahan pada posisi mereka atau diminta untuk pindah ke pusat-pusat yang tersentralisasi," kata Perkins.

"Ini juga berarti harus mengucapkan selamat tinggal kepada rekan kerja dan kawan-kawan yang telah membantu membangun Canva hingga menjadi seperti sekarang ini."

Dia mengatakan bahwa tim produk, pertumbuhan, dan platform Canva akan digabung menjadi satu organisasi produk, sementara Sydney akan menjadi pusat utama bagi lebih banyak tim produk.

Pengumuman tersebut disampaikan setelah perusahaan yang berbasis di Sydney itu pada Agustus menurunkan proyeksi pendapatannya untuk 2026, dengan memangkas perkiraan pertumbuhan dari 30 persen menjadi 20 persen, serta menurunkan valuasi internalnya menjadi 43,9 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp12.680).

Memo Perkins tidak menyebutkan dampak kecerdasan buatan (AI). Namun, Australian Broadcasting Corporation melaporkan bahwa restrukturisasi ini akan mempersiapkan Canva dalam mengembangkan produk-produk terkait AI.

Pewarta: XinhuaEditor: Maria Rosari Dwi Putri Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

<- Kembali ke Daftar
Powered by Multi-Source RSS © 2026 Kumia News