Warga sedang melewati banjir akibat hujan deras di Kota Subulussalam, Aceh, Kamis (29/11/2026). (ANTARA/HO/Humas BPBA) Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan rumah masyarakat yang terdampak banjir pada 23 desa dari tiga kecamatan di Kota Subulussalam, Aceh mencapai 2.255 unit.
Berdasarkan update laporan terakhir banjir Subulussalam, dampak material 2.255 unit rumah, lalu jalan desa, lahan dan kebun pertanian, sekolah serta tempat ibadah terendam banjir," kata Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti dalam laporannya, di Banda Aceh, Selasa.
BPBA melaporkan, Kota Subulussalam terendam akibat hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah setempat sejak pekan lalu, Sabtu (24/10) lalu. Hingga membuat air sungai Lae Souraya dan sungai Rikit meluap ke pemukiman penduduk.
Baron menyebutkan, adapun rumah dan 2.255 kepala keluarga (KK) terdampak banjir tersebut yakni pada empat desa dalam Kecamatan Sultan Daulat. Kemudian, 19 desa di Kecamatan Rundeng, dan satu Desa Panji di Kecamatan Longkib.
"Kalau untuk pengungsi totalnya 32 KK (jiwa masih pendataan), di Desa Suak Jampak 26 KK, Desa Sibuasan tiga KK, dan Desa Tualang juga tiga KK," ujarnya.
Bahron menuturkan, kondisi saat ini, di Kecamatan Sultan Daulat, airnya mulai surut di jalan lintas dan di beberapa wilayah, namun masih terdapat desa yang tergenang air.
Kemudian, untuk wilayah Kecamatan Rundeng dan Longkib airnya masih menggenangi pemukiman penduduk. Pendataan secara keseluruhan dampak banjir ini masih dalam proses petugas.
"BPBD Kota Subulussalam terus melakukan kajian cepat, dan mengerahkan anggota TRC ke lokasi untuk melakukan evaluasi serta pendataan," demikian Bahron Bakti.
Pewarta: Rahmat FajriEditor: Triono Subagyo Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.