Kumia News
<- Kembali ke Daftar
Tiga Aplikasi untuk Eksposur Saham AS melalui Aset Kripto

Ilustrasi - pasar saham Jakarta (ANTARA) — Perkembangan teknologi blockchain membuka alternatif bagi investor Indonesia untuk memperoleh eksposur terhadap aset yang berkaitan dengan saham perusahaan Amerika Serikat melalui ekosistem aset digital.

Salah satu mekanismenya adalah tokenisasi saham atau tokenized stocks, yakni aset digital yang dirancang untuk mengikuti nilai saham tertentu. Produk tersebut berbeda dengan kepemilikan saham secara langsung melalui perusahaan sekuritas yang memberikan akses ke bursa Amerika Serikat.

Salah satu saham yang banyak menjadi perhatian investor global adalah Tesla, perusahaan kendaraan listrik asal Amerika Serikat yang memiliki pergerakan harga cukup dinamis.

Bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap melalui ekosistem aset digital dan terdapat sejumlah platform yang dapat menjadi pilihan, di antaranya Pintu, Bittime, dan Tokocrypto.

Namun, investor perlu memperhatikan karakteristik masing-masing produk karena tidak seluruh aset digital yang berkaitan dengan perusahaan tertentu merupakan saham yang ditokenisasi.

Pintu menjadi salah satu platform yang menawarkan produk tokenized stocks untuk memberikan eksposur terhadap sejumlah perusahaan global.

Melalui produk tersebut, pengguna membeli token digital yang nilainya dirancang mengikuti aset saham yang menjadi acuannya. Dengan demikian, produk tersebut berbeda dengan pembelian saham secara langsung melalui broker atau perusahaan sekuritas di Amerika Serikat.

Sejumlah token yang tersedia antara lain NVDAX yang mengikuti NVIDIA, AMZNX untuk Amazon, AAPLX untuk Apple, TSLAX untuk Tesla, GOOGLX untuk Alphabet, dan METAX untuk Meta.

Pintu menyebut produk tokenized stocks tersebut didukung aset dasar dengan rasio 1:1 dan aset dasar disimpan oleh kustodian berlisensi.

Produk tersebut juga memungkinkan transaksi dilakukan sepanjang waktu atau 24 jam sehari selama tujuh hari. Pintu menyatakan pengguna dapat membeli tokenized stocks dengan nominal mulai sekitar Rp11.000.

Kemudahan nominal dan waktu transaksi menjadi salah satu perbedaan dengan perdagangan saham konvensional yang mengikuti jam perdagangan bursa.

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko perubahan harga saham, risiko aset digital, risiko penerbit, likuiditas, serta perbedaan hak antara pemegang token dan pemegang saham secara langsung.

Bittime merupakan platform aset digital yang juga berada dalam perkembangan ekosistem real-world assets atau RWA.

Tokenisasi RWA memungkinkan aset dunia nyata direpresentasikan dalam bentuk token digital yang berjalan di jaringan blockchain. Konsep tersebut berkembang sebagai salah satu bagian dari integrasi antara pasar aset tradisional dan teknologi blockchain.

Namun, investor perlu memastikan karakteristik setiap produk yang tersedia di platform. Produk RWA tidak selalu berarti saham yang ditokenisasi.

Sebelum melakukan transaksi, investor perlu memeriksa informasi mengenai aset dasar, penerbit token, jaringan blockchain, mekanisme penentuan harga, biaya transaksi, likuiditas, serta ketentuan penarikan aset.

Ketersediaan produk juga dapat berubah mengikuti kebijakan platform dan kondisi pasar. Karena itu, informasi mengenai suatu aset sebaiknya diperiksa melalui aplikasi atau kanal resmi sebelum melakukan transaksi.

Tokocrypto merupakan salah satu platform perdagangan aset kripto di Indonesia yang menyediakan beragam aset digital.

Bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap saham perusahaan Amerika melalui aset digital, penting untuk membedakan tokenized stock dengan aset kripto yang hanya menggunakan nama atau memiliki keterkaitan tertentu dengan perusahaan.

Sebelum membeli suatu token, investor perlu mengetahui apakah aset tersebut memiliki saham sebagai underlying, siapa penerbitnya, bagaimana aset dasar disimpan, serta hak yang melekat pada token tersebut.

Selain itu, aspek biaya perdagangan, spread, dan likuiditas perlu diperhatikan. Token dengan likuiditas rendah berpotensi memiliki selisih harga beli dan jual yang lebih besar sehingga dapat meningkatkan risiko ketika investor ingin menjual aset.

Kehadiran tokenisasi memberikan alternatif bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap perusahaan global melalui infrastruktur aset digital.

Namun, investor perlu memahami bahwa membeli tokenized stock tidak selalu sama dengan membeli saham secara langsung. Struktur kepemilikan, hak investor, mekanisme penyimpanan aset dasar, penerbit token, serta perlindungan yang tersedia dapat berbeda.

Karena itu, sebelum bertransaksi, investor sebaiknya memeriksa dokumen dan informasi resmi mengenai produk yang akan dibeli.

Pemahaman terhadap aset dasar, mekanisme tokenisasi, biaya, likuiditas, volatilitas, dan risiko penerbit menjadi penting agar investor tidak hanya melihat potensi keuntungan dari pergerakan harga saham.

Dengan demikian, Pintu, Bittime, maupun Tokocrypto dapat menjadi bagian dari pilihan dalam mengeksplorasi perkembangan aset digital dan tokenisasi. Namun, ketersediaan serta karakteristik produk pada masing-masing platform perlu diperiksa secara berkala sebelum investor mengambil keputusan.

Pewarta: PR WireEditor: PR Wire Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

<- Kembali ke Daftar
Powered by Multi-Source RSS © 2026 Kumia News