Kumia News
<- Kembali ke Daftar
Krisis air ancam lalu lintas kapal di Terusan Panama

Sebuah kapal kargo melintasi Terusan Panama di Panama City, Panama, pada 22 Agustus 2026. Otoritas Terusan Panama mengumumkan pengurangan sementara kapasitas transit harian di pintu air Neopanamax maupun Panamax akibat curah hujan yang berada di bawah perkiraan di wilayah tangkapan air terusan tersebut. Mulai 3 September, jumlah slot harian di pintu air Neopanamax akan dikurangi menjadi sembilan, sementara pintu air Panamax akan memiliki 25 slot harian, yang kemudian turun menjadi 23 slot mulai 15 September. ANTARA/Daniel Gonzalez - Anadolu Agency /pri. Moskow (ANTARA) - Jumlah kapal yang melintas setiap hari di Terusan Panama dapat turun menjadi 27 kapal dalam beberapa bulan mendatang akibat kekurangan air yang parah, menurut Financial Times, mengutip administrator baru terusan Ilya Espino de Marotta.

Pada Juli, Otoritas Terusan Panama memperingatkan kemungkinan pembatasan lalu lintas kapal akibat fenomena iklim El Nino, meskipun volume kargo dan jumlah transit meningkat pada tahun fiskal berjalan.

Otoritas telah mengumumkan pengurangan jumlah kapal yang melintas setiap hari menjadi 32 pada September, dari biasanya 36 kapal, untuk mencegah pembatasan yang lebih ketat selama musim kemarau Desember hingga pertengahan April.

Fluktuasi cuaca menyebabkan kekurangan air di terusan tersebut sekitar setiap tiga tahun, menurut laporan itu pada Senin.

Terusan Panama telah menangani lebih dari 3 persen perdagangan global dengan menggunakan air tawar dari waduk untuk membantu kapal melintasi jalur sepanjang 80 kilometer.

Otoritas setempat terus menerapkan langkah konservasi air selama satu dekade terakhir untuk mengatasi keterbatasan.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap curah hujan, otoritas setempat berencana membangun waduk di Sungai Rio Indio yang ditargetkan selesai pada 2032.

Selain itu, pengelola terusan berencana membangun jaringan pipa gas petroleum cair (LPG) di sepanjang jalur tersebut, dengan terminal di kedua ujungnya, guna meningkatkan kapasitas fasilitas.

Penerjemah: Yoanita Hastryka DjohanEditor: Aditya Eko Sigit Wicaksono Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

<- Kembali ke Daftar
Powered by Multi-Source RSS © 2026 Kumia News