Kumia News
<- Kembali ke Daftar
Mediator Timur Tengah persiapkan kesepakatan Iran-AS

Pejalan kaki melintas di bawah papan reklame raksasa anti-AS yang dipasang di Teheran di tengah berlanjutnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, pada 31 Agustus 2026 di Teheran, Iran. ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency /pri. Doha (ANTARA) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari pada Senin mengatakan bahwa pemerintahnya bersama dengan negara-negara mediator lainnya di Timur Tengah sedang mempersiapkan kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat hingga "daya tawar yang diperlukan" terbentuk.

"Inilah yang sedang kami kerjakan. Untuk memastikan bahwa elemen-elemen tersebut ada, dan bahwa kami mampu menempatkan elemen-elemen ini sebelum pengaruh diperlukan," kata juru bicara tersebut kepada stasiun televisi CNN.

Ia menambahkan bahwa pengaruh yang digunakan oleh kedua belah pihak pada akhirnya akan tercermin dalam ketentuan kesepakatan.

Al-Ansari juga mengkritik mereka yang percaya bahwa situasi saat ini di Selat Hormuz dapat menjadi normal baru, memperingatkan mereka bahwa semua dampak negatif dari penutupan jalur air tersebut "akan segera sampai ke pintu Anda."

Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang target di Iran, yang kemudian dibalas oleh pihak Iran dengan serangan balasan.

Konflik sempat terhenti ketika Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang bertujuan menghentikan permusuhan pada pertengahan Juni, tetapi tak lama kemudian, mereka kembali saling menyerang.

Penerjemah: Yoanita Hastryka DjohanEditor: Aditya Eko Sigit Wicaksono Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

<- Kembali ke Daftar
Powered by Multi-Source RSS © 2026 Kumia News